Tuesday, March 18, 2008

ARrghhh this feeLin wreckin my souL, thus i’m frightened!

nu face you could see in my head. face of the pain and confuse. i wanna let it go.. my little hart say let it go..

but, i couldn’t let it go..

that pain to life in that situation, make me confuse to make the step. feels my body goin to portion and send to different address..

i wanna it happen. then i’ll neva see my other bodies again, prefer than i must life with this confuseness.

whaaaa… what must i do?

should i tell to her?

should it all finish to be like this?

should i just listening to saosin, or ingrid, or even BuLLet For mY VaLLentine?

just feelin it alone?

just feedin it every time?


Published from my old blog: jgorountaz.blog.friendster.com [now freezed]

PARKING MAN WANT THE PARKING RETRIBUTION

Siang yang melaparkan di warnet, X-IT.net, inisiatif tuk kluar bli makan datang. Ku pinjam kunci mobil, berangkatlah aku ke bilangan pajak sore. Sesampainya disana, dengan segera turun dan membeli makanan. Pesan, Tunggu, Bayar, dan Pulang.

Saat mau pulang, kuhidupkan lah mesin. Tak lama kemudian, datanglah seorang tukang parkir. Aku tak ingat bawa uang recehan, sedangkan uang yang dikantong hanya pecahan 20 ribu. Ya sudahlah, semoga si abang punya uang kembaliannya, pikirku. Nah, aku bertanya ke abang ituh:

Bang, uangku nga ada seribu, yang ada dua puluh. Ada kembaliannya, Bang?

Sini uangnya.

Si Abang mengeluarkan semua uang yang dia punya dari kantong yang buat aku terkejut. semua uangnya seribuan tapi nga banyak. Aku pun berkata dalam hati,

Ada nga uang abang ni buat ngebalekin uangku?

Tah gimana cara abang itu, tapi aku terkesan dan ter,,bego”… Satu per satu lembar seribu diberikannya.. aku mulai menghitung, teringat masa kecilku. satu, dua, tiga, empat, dst sampai akhirnya lembar ke-15 terhenti, bukan karena situasi apa pun, tapi karena habis uda uang abang tukang parkirnya. Spontan kutanya sama ABANG TUKANG PARKIR:

Habis, Bang?

Habis!

Dalam hati uda mo ku bilang ama abang itu,

BRB NGAKAK!!

Ya, gimana lagi lah kalo gtu kan.. uda mo pulang ni. langsung aja kubilang ama abang itu..

ya udah, ntar kapan aku kesini lagi deh ku bayar, Bang!

Dengan wajahnya yang banyak makna dia menghilang dariku, demikian juga aku.

Udah agag jauh dikit nih, sekitar 10-20 meter gtu lah.. ngakak terus terusan aku jadinya, belokan pun TANCAPP GAS. Untung nga ada mobil, kalo ada MUANTAB juga..

uda deh, thx ya uda baca.. see you soon, hope we’ll find in another story…

Gudnite!

Published from my old blog: jgorountaz.blog.friendster.com [now freezed]